Kucing merah (Catopuma badia)

Kucing merah (Pardofelis badia), juga dikenal sebagai kucing Kalimantan, kucing merah Kalimantan, atau kucing batu Kalimantan, adalah kucing liar endemik pulau Kalimantan yang lebih jarang ditemui dibandingkan dengan spesies kucing lain yang simpatrik, berdasarkan pada kurangnya historis serta catatan terakhir. Pada tahun 2002, IUCN mengklasifikasikan spesies hutan ini sebagai terancam punah karena penurunan populasi yang diperkirakan lebih dari 20% pada tahun 2020 karena hilangnya habitat. Pada tahun 2007, jumlah populasi efektif diperkirakan kurang dari 2.500 ekor kucing dewasa. Kucing merah secara historis telah dicatat sebagai langka dan saat ini kepatadan populasinya rendah bahkan di habitat aslinya.

Persebaran spesies

Southern Asia 219 0

Sebutan umum dalam berbagai bahasa

Sebutan Negara Bahasa
Bay Cat English

Kutipan

Orrell T. (custodian) (2017). ITIS Global: The Integrated Taxonomic Information System (version Apr 2016). In: Species 2000 & ITIS Catalogue of Life, 2017 Annual Checklist (Roskov Y., Abucay L., Orrell T., Nicolson D., Bailly N., Kirk P.M., Bourgoin T., DeWalt R.E., Decock W., De Wever A., Nieukerken E. van, Zarucchi J., Penev L., eds.). Digital resource at www.catalogueoflife.org/annual-checklist/2017. Species 2000: Naturalis, Leiden, the Netherlands. ISSN 2405-884X.

Info database

Informasi ini disediakan oleh database ITIS Global: The Integrated Taxonomic Information System. Anda bisa melihat informasi ini lebih detail melalui tautan http://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=621866

1 pengunjung online